Suatu hari di sebuah kerajaan terbesar di daratan asia, hiduplah seorang raja dan seorang permaisurinya yang sangat cantik.saat itu sang permaisuri mengandung 2 anak kembar yang di ramalkan akan membuat sebuah kejadian besar di kerajaannya, oleh seorang peramal istana.mendengarnya sang raja langsung khawatir dan secara sepontanitas sang raja pun bertanya pada peramal”apa kiranya kejadian besar itu?apakah itu adalah kejadian yang buruk ataukah kejadian yang baik?”.sang peramal pun menjawab “aku hanya menyampaikan sebuah pesan dari langit ,aku tak tau apa yang sebenarnya akan terjadi” kemudian sang raja bartanya lagi pada peramal”bagaimana cara mencegah hal itu?”dengan penuh keseriusan sang peramal menjawab”bunuh salah seorang anakmu kelak”.Sang raja terasa sangat terpukul dengan ucapan sang peramal yang sangat mengiris hatinya.
Suatu hari di kelahiran bayinya bertepatan dengan terjadinya gerhana matahari total bayi pertamanya lahir dan membawa sebuah tanda di punggungnya berupa gambar bulan sabit,dan setelah matahari kembali muncul lahirlah bayi yang satunya lagi dan memiliki tanda yang serupa.serempak setelah kedua anaknya lahir sang raja teringat oleh perkataan seorang peramal yang menyuruh untuk membunuh salah satu bayinya.dengan penuh rasa bimbang dan bersalah sang raja mengutus salah seorang pengawal membawa anak pertamanya ke tengah hutan dan membunuhnya.namun alangkah beruntungnya sang bayi karena sang pengawal tidak membunuhnya dan malah memberikannya pada salah seorang petani miskin.
Olehnya sang bayi dirawat dengan penuh kasih sayang.suatu hari ketika sang bayi beranjak dewas, si petani miskim memberikannya sebuah bekal ilmu bela diri yang sangat hebat yang diturunkan padanya dalm waktu satu malam.setelah sang petani menurunkan ilmunya tiba tiba sang petani mengucapkan “pergilah ke istana di sanalah tempatmu sesungguhnya”.sang pangeran pun bertanya lagi apa maksud kakek?tanpa ada jawaban tiba tiba mata sang petani itu tertutup dan tak pernah bangun lagi.kemudian sang pangeran pun berkelana menuju istana untuk mencari jati dirinya yang sebenarnya.
Sesampainya di gerbang istana sang pangeran pun terkejut melihat keadaan istana yang sangat kacau,mungkin ini adalah kejadian besar yang di ramalkan akna terjadi.di sebuah sudut istana sang pangeran melihat seorang ksatria yang gagah sedang membasmi para pemberontak, dengan penuh keheranan dan rasa kasihan saang pangeran itu pun membantu pemberontak untuk melawan ksatria tersebut sambil berkata”hentikan!!! Jangan kau tindas mereka”dengan rasa penuh kemareahan sang ksatria yang tidak lain adalah saudaranya itu pun berkata”apa maksudmu?!jangan ikut campur urusanku” .
Kemudian pertempuran dasyat pun terjadi,tiba tiba di tengah pertempuran dasyat terdengar suara yang sangat keras dari arah langit yang berkata”hentikan!!kalian adalah saudara kalian ditakdirkan untuk bersama melawan pemberontak di negeri kalian”.mendengar hal itu keduanya langsung menangis dan Saling berpelukan dan memohon maaf.akhirnya kedunya kembali ke istana dan menemui sang raja.
Sesaat setelah bertemu sang raja sang ksatria tadi yang tidak lain adalah salah satu anaknya pun memperkenalkan sang pangeran yang terbuang itu kepada sang raja.dengan rasa keheran dan bersalah sang raja memeteskan air mata dan memeluk pangeran yang terbuang.sang rajapun berkata”ini adalah takdir dari lagit,aku membuangmu karena aku takut akan kejadian besar yang akan tgerjadi di istana.maafkan aku anakku.”sang pangeran pun menjawab”jangan seperti itu ayah apa yang kau lakukan adalah hal yang benar ,sekarang yang terpenting adalah bagaimana cara membasmi pemberontakan di istana.”
Setelah mereka berunding untuk menentukan cara membasmi pemberontak,mereka pun langsung menjalankannya dan akhirnya bencana yang melanda negerinya pun berakhir dan mereka pun bisa naik ke singgasana raja dengan penuh rasa bangga.
The end
By:muh.khoirul umam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar