Sabtu, 18 Februari 2012

sistim kerja salah satu bagian tubuh

Sistem koordinasi : organ dan sistem organ yang bekerja sama secara efisien.
Sistem koordinasi meliputi :

Sistem saraf
Sistem indra
Sistem hormon

Sistem Saraf

Sistem saraf terdiri dari jutaan sel – sel saraf yang memiliki bentuk bervariasi.
Sel saraf ini disebut neuron. Sistem ini melakukan kontrol terhadap kegiatan yang dilakukan di seluruh tubuh.

Fungsi sistem saraf

Memelihara fungsi tubuh.
Mengatur kegiatan di dalam tubuh.
Menerima rangsangan eksternal dan internal.
Mengolah rangsangan yang diterima.
Merespon rangsangan yang diterima.

Dalam menerima, mengolah, dan merespon rangsangan diperlukan 3 komponen :

Reseptor : penerima rangsangan. Merupakan sel yang mendapatkan/ bereaksi terhadap segala rangsangan eksternal dan internal, kemudian mengubahnya menjadi impuls saraf. Pada tubuh, yang berfungsi sebagai reseptor adalah panca indera.
Sistem Saraf : merupakan komponen yang menerima, mengolah dan menyampaikan hasil pengolahan rangsangan kepada efektor.
Efektor : merupakan komponen yang bertugas untuk memberikan reaksi terhadap rangsangan yang diterima tubuh. Pada tubuh, yang berfungsi sebagai efektor adalah otot dan kelenjar

Berdasarkan fungsinya, sistem saraf dibagi menjadi 2 :

Somatik : berperan untuk mengatur koordinasi struktur otot, tulang dan kulit
Otonom : berperang untuk mengatur koorinasi otot polos, jantung dan kelenjar tubuh.

Sel saraf terdiri atas 3 macam sel yang memiliki struktur dan fungsi berbeda :

1. Neuron :

merupakan unit struktural dan fungsional dari sistem saraf.
Berfungsi untuk menghantarkan impuls dari menuju safar pusat dan sebaliknya.
Neuron memiliki kemampuan merespon yang cukup kuat, namun tidak dapat membelah diri, sehingga bila rusak neuron tak dapat diganti.

2. Neuroglia :

berperan untuk menyokong neuron, menyuplai nutrien, melindungi dan mengisolasikan neuron.

3. Akson :

merupakan neuron yang berfungsi untuk membawa rangsangan dari badan neuron.

Struktur Neuron :
1. Badan Sel :

Memiliki nukleus dan nukleolus yang dikelilingi oleh sitoplasma granuler.
Badan sel yang berkelompok selain di saraf pusat disebut ganglion (jamak : ganglia)

2. Dendrit :

Juluran pendek bercabang – cabang yang keluar dari badan sel.
Berfungsi untuk menerima rangsangan dan membawanya ke badan sel saraf.

3. Akson :

Juluran panjang dari badan sel yang berfungsi untuk mengantarkan impuls menjauhi badan sel.
Bentuknya panjang, tipis, dan mengandung neurofibril (berguna untuk mengangkut nutrien dan menyokong sel).
Kebanyakan diselubungi substansi lemak berwarna putih kekuningan yang disebut selubung mielin.
Selubung mielin terbentuk dari sel Schwann.
Ujung akson akan bertemu dengan dendrit dihubumgkan dengan sinapsis

Berdasarkan ada atau tidaknya selubung mielin, akson dibagi menjadi 2 :

Akson bermielin
Akson telanjang

Di tempat – tempat tertentu terdapat akson yang tidak diselubungi selubung mielin, disebut Nodus ranvier.

4. Sinapsis :

Sambungan antar neuron.
Sinaps dapat menjalarkan dan menghambat impuls.
Pada sinaps terdapat celah yang disebut celah sinaps.
Mengandung neurotransmitter (zat penghantar).

Macam – macam neurotransmitter :

asetilkolin (terdapat di sinaps seluruh tubuh)
noradrenalin (terdapat di sistem saraf simpatik)
serotonin (terdapat di saraf pusat/otak).

Berdasarkan tempatnya, sinaps dibagi menjadi 3 :

Sinaps aksosomatik, terletak di antara di antara akson neuron pertama dan badan sel neuron kedua.
Sinaps aksodendritik, terletak di antara akson neuron pertama dengan dendrit neuron kedua.
Sinaps aksoaksonik, terletak di antara ujung akson neuron pertama dengan akson neuron kedua.

Macam – macam neuron

Berdasarkan jumlah uluran Neuron dibagi 3 yaitu

Neuron unipolar : hanya memiliki satu uluran yang timbul dari badan sel. Ditemui pada hewan tingkat rendah.
Neuron bipolar : memiliki 2 uluran yang timbul dari badan sel, yaitu dendrit dan akson. Badan selnya berbentuk lonjong. Ulurannya timbul dari 2 ujung badan sel. Terdapat pada retina, koklea, epitel olfaktori.
Neuron multipolar : terdiri atas 1 akson dan banyak dendrit yang menjulur dari badan sel. Bentuk ini paling banyak ditemui di tubuh.

Berdasarkan fungsinya :

1. Neuron Sensorik :

Badan sel bergerombol membentuk ganglia
Akson pendek
Dendrit panjang
Berhubungan dengan alat indera, sehingga disebut neuron indera.
Berfungsi untuk menghantarkan impuls saraf dari alat indera menuju otak atau sumsum tulang belakang

2. Neuron Motorik :

Dendrit pendek
Akson panjang
Dendrit berhubungan dengan neuron lain, akson berhubungan dengan efektor.
Berfungsi membawa impuls dari otak atau sumsum tulang belakang menuju ke efektor.
Disebut sebagai neuron penggerak.

3. Neuron Konektor (inteneuron) :

Merupakan neuron multipolar.
Dendrit banyak dan pendek.
Akson dapat berbentuk panjang atau pendek.
Ujung dendrit dan akson yang berhubungan membentuk sinapsis.
Banyak ditemui di sumsum tulang belakang dan otak .
Berfungsi meneruskan rangsangan dari neuron sensorik ke neuron motorik.
Konektor di tubuh terdapat di sumsum tulang belakang dan otak

Impuls Saraf

Permukaan luar neuron bermuatan positif, sedangkan bagian dalamnya bermuatan negatif.
Hal ini menimbulkan terjadinya perbedaan potensial antara bagian luar dan dalam neuron yang disebut polarisasi.

Bila neuron mengalami rangsangan,akan terjadi penurunan beda potensial atau perubahan muatan, di mana bagian luar akan bermuatan negatif,
Sedangkan bagian dalamnya akan bermuatan positif.
Hal ini disebut dengan depolarisasi.

Peristiwa perubahan dari keadaan polarisasi ke keadaan depolarisasi disebut dengan potensialaksisaraf atau impulssaraf.
Semua impuls saraf bentuknya sama.
Yang membuat respon terhadap impuls berbeda adalah reseptor dan efektor yang menerima dan menanggapi respon.

Teori mengenai penghantaran impuls dijelaskan melalui teori membran.
Teori ini dapat dijelaskan sebagai berikut :

Serabut saraf yang berada dalam keadaan istirahat akan berada dalam keadaan polarisasi.
Serabut saraf yang mendapatkan rangsangan akan menjadi dalam keadaan depolarisasi.
Serabut saraf yang berada di antara serabut saraf yang berada dalam keadaan polarisasi dan keadaan depolarisasi akan mengalami arus listrik, yang disebut arus lokal atau sirkuit setempat.
Arus lokal akan menyebabkan depolarisasi di serabut saraf di sebelahnya.
Depolarisasi akan selalu menjalar di sepanjang serabut saraf, menimbulkan impuls saraf.
Setelah mengalami depolarisasi, serabut saraf akan berada dalam keadaan refrakter, yaitu tidak peka lagi terhadap rangsangan.

Sistem Gerak
Gerakan pada tubuh dapat dibedakan menjadi 2 bentuk gerakan, yaitu :
Gerak Sadar.

Gerak ini merupakan gerak yang dilakukan dengan sadar.
Gerakan ini dapat terjadi melalui serangkaian impuls panjang dan diolah oleh pusat saraf.
Contoh gerak sadar adalah berlari dan makan.
Konsep gerak impuls panjang adalah sebagai berikut :


Gerak Refleks.

Gerak ini merupakan gerak yang dilakukan secara tidak sadar dan kecepatannya lebih cepat dari gerak sadar.
Gerakan ini terjadi melalui rangkaian impuls pendek tanpa diolah ke pusat saraf.
Contoh gerak refleks misalkan saat terkejut dan saat menyentuh benda yang terlalu panas.
Konsep gerak impuls pendek adalah sebagai berikut :

Sistem Saraf Manusia
Sistem saraf manusia terdiri atas sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi.

Sistem Saraf Pusat
Sistem Saraf Tepi

Saraf pusat terdiri atas

otak
sumsum tulang belakang

Otak

Dilindungi oleh selaput meninges.
Pada manusia, otak terdiri atas 2 belahan (hemisfer), yaitu belahan otak kiri dan otak kanan.
Kedua belahan dihubungkan oleh balok otak berongga yang berisi cairan getah bening yang disebut cerebrospinal.
Pada tali spinal terjadi pindah silang, sehingga terjadi kebalikan sistem pengendalian, di mana otak kanan akan mengendalikan tubuh bagian kiri dan sebaliknya.


Otak dibagi menjadi 5 bagian besar :

Otak besar : (cerebrum)
Otak tengah (mesenchepalon)
Otak kecil (cerebellum)
Sumsum Lanjutan (Medula oblongata)
Jembatan Varol

1. Otak besar : (cerebrum)

Bagian terluas dari otak
Berbentuk oval.
Bagian luar berwarna abu – abu, bagian dalam berwarna putih.
Terdiri atas 4 bagian :

Bagian dahi (lobus frontalis), digunakan untuk berpikir.
Bagian ubun – ubun (lobus parientalis), merupakan penerima impuls rasa hangat, dingin, sentuhan, rasa sakit dan tekanan.
Bagian pelipis (lobus temporalis), merupakan pusat pendengaran. Mengendalikan kemampuan berbahasa.
Bagian belakang kepala (lobus oksipetalis), merupakan pusat penglihatan dan menyampaikan memori tentang aqpa yang dilihat.

Merupakan pusat saraf utama, karena mengatur sebagian besar kegiatan tubuh.


2. Otak tengah

Disebut juga mesenchepalon.
Berukuran kecil.
Terletak di depan otak kecil.
Terdapat saraf okulomotoris, yang berfungsi dalam perrgerakan mata.

3. Otak kecil (cerebellum)

Terdapat di bagian bawah belakang rongga tengkorak.
Berfungsi mengatur gerakan otot dan keseimbangan tubuh.

4. Medula oblongata

Merupakan sumsum yang menyambungkan otak dengan sumsum tulang belakang.
Berfungsi untuk :

Menghantar impuls dari medula spinalis menuju ke otak.
Mengatur gerak refleks
Memengaruhi reflek fisiologi (detak jantung, kecepatan bernafas, dan sebagainya)

5. Jembatan Varol

Berisi serabut saraf yang menghubungkan antara sisi kanan dan sisi kiri otak kecil.

Sumsum Tulang Belakang (medula spinalis)

Merupakan lanjutan dari medula oblongata sampai dengan ruas kedua tulang pinggang.
Terdapat sumsum punggung dan cairan cerebrospinal.
Bagian luarnya berwarna putih, bagian dalamnya berwarna hitam.
Berfungsi sebagai pusat gerak refleks, penghantar impuls dari indera ke otak dan membawa impuls motorik dari otak ke otot.
Dilindungi oleh Meninges : merupakan selaput jaringan pengikat yang melindungi otak dan medula spinalis.

Meninges






Terdiri atas 3 lapisan :

Piameter
Arachnoid
Durameter

Piameter

Merupakan lapisan paling dalam
Terdapat banyak pembuluh darah
Berfungsi untuk membungkus dan menyokong
Lapisan ini mengandung cairan cerebrospinal yang berfungsi sebagai suatu bantal yang melindungi otak dan medula spinalis dari luka.

Arachnoid

merupakan lapisan tengah.
Di antara arachnoid dan piameter terdapat rongga yang berisi cairan cerebrospinal.
Berfungsi sebagai bantalan pelindung.

Durameter

Merupakan lapisan paling luar
Merupakan membran tebal fibrosa yang melindungi otak.
Melekat erat pada tulang tengkorak dan agak menggantung di dinding tulang belakang.

Sistem Saraf Tepi

Merupakan lanjutan dari neuron yang bertugas membawa impuls dari dan menuju ke sistem saraf pusat.

Sistem saraf tepi dibagi menjadi 2, yaitu :

Sistem saraf aferen : sistem saraf tepi yang membawa impuls saraf dari reseptor menuju ke sistem saraf pusat.
Sistem saraf eferen : sistem saraf tepi yang membawa impuls saraf dari sistem saraf pusat menuju ke efektor.

Sistem saraf tepi pada manusia terdiri atas

12 pasang saraf kepala (kranial).
31 pasang saraf tulang belakang (spinal)

Berdasarkan fungsinya, saraf tepi dikelompokkan menjadi 2 :

Saraf somatik. Saraf ini mengatur gerakan yang disadari.
Saraf otonom. Saraf ini mengatur gerakan yang tidak disadari.

Berdasarkan fungsinya, saraf ini dibagi menjadi 2 :

Saraf simpatikf
Saraf parasimpatik

Saraf Simpatik

Ganglion terletak di sepanjang tulang punggung, menempel pada sumsum tulang belakang.
Serabut praganglion pendek
Serabut pascaganglion panjang

Fungsi sistem saraf simpatik

mempercepat denyut jantung
memperlebar pupil
memperlambar proses pencernaan
memperkecil bronkus
memperkecil diameter pembuluh
mengembangkan kantung kemih.

Untuk detailnya lihat tabel ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar